BANDAR LAMPUNG- Suasana pagi di sejumlah pasar tradisional Kota Bandar Lampung tampak berbeda, Rabu (11/2/2026). Di sela aktivitas jual beli yang padat, ratusan personel gabungan terlihat menyusuri lorong-lorong pasar sambil mengumpulkan sampah yang berserakan.
Di Pasar Bambu Kuning, prajurit memunguti sisa sayuran busuk, plastik pembungkus, hingga kardus bekas yang menumpuk di sudut lapak. Pemandangan serupa juga terlihat di Pasar Gintung dan Pasar SMEP. Sampah yang terkumpul langsung diangkut menggunakan truk untuk mencegah penumpukan lebih lanjut.
Total 388 personel diterjunkan dalam aksi bersih-bersih tersebut. Kegiatan dipimpin oleh Kodam XXI/Raden Inten dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah provinsi dan kota, BPBD, Kodim jajaran, hingga organisasi kepemudaan.
Aksi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden terkait penguatan gerakan lingkungan hidup bebas sampah yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional awal Februari. Di lapangan, personel tidak hanya fokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga memberikan imbauan langsung kepada pedagang agar membiasakan membuang dan memilah sampah dengan benar.
Inspektur Kodam XXI/Raden Inten, Brigjen TNI Enjang, menegaskan persoalan sampah tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, dampak lingkungan yang ditimbulkan dapat berujung pada persoalan kesehatan dan bencana.
“Jika sampah menumpuk dan tidak tertangani dengan baik, risiko banjir dan penyakit meningkat. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Pasar dipilih sebagai titik awal gerakan karena menjadi salah satu sumber timbulan sampah harian terbesar di kota. Limbah organik seperti sisa sayuran dan ikan bercampur dengan plastik sekali pakai serta kemasan rumah tangga. Jika tidak segera diangkut, tumpukan tersebut kerap menyumbat saluran drainase dan memicu genangan saat hujan turun.
Tantangan 800 Ton Sampah per Hari
Permasalahan sampah di Bandar Lampung tidak berhenti di area pasar. Data pemerintah daerah menunjukkan produksi sampah kota ini mendekati 800 ton per hari. Sebagian besar masih dibuang ke TPA Bakung yang kapasitasnya semakin terbatas dan pengelolaannya belum sepenuhnya beralih ke sistem sanitary landfill.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Riski Sofyan, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah menindaklanjuti arahan Presiden melalui instruksi gubernur. Aparatur sipil negara diminta melaksanakan kegiatan bersih-bersih secara rutin minimal sekali dalam sepekan.
Menurutnya, solusi tidak bisa hanya bertumpu pada pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir. Edukasi pemilahan sejak dari rumah tangga menjadi kunci untuk mengurangi beban di hilir.
“Kesadaran kolektif sangat penting. Masyarakat perlu membiasakan memilah sampah organik dan anorganik agar volume yang masuk ke TPA bisa ditekan,” katanya.
Sebagai langkah jangka menengah, Pemerintah Provinsi Lampung tengah menyiapkan rencana pembangunan TPA Regional yang ditargetkan beroperasi pada 2028 dengan pendekatan teknologi, termasuk konsep Waste to Energy (WtE). Program penguatan bank sampah dan budidaya maggot juga terus didorong untuk mengurangi volume sampah sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi warga.
Dari sisi legislatif, DPRD Kota Bandar Lampung turut menyoroti pengelolaan sampah di TPA Bakung. Anggota DPRD Dewi Mayang Suri Djausal menilai sistem pengelolaan harus segera dibenahi agar tidak lagi mengandalkan metode open dumping.
“Perlu pembenahan menyeluruh, termasuk peningkatan sosialisasi ke masyarakat. Sampah yang tidak tertangani dengan baik menjadi salah satu faktor yang memperparah banjir,” ujarnya.
Aksi ratusan personel di tiga pasar tersebut memang belum mampu menurunkan angka timbulan sampah secara drastis. Namun kehadiran aparat di ruang publik membawa pesan tegas bahwa urusan kebersihan kota bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, melainkan tanggung jawab bersama.
Kini, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi. Gerakan bersih-bersih membutuhkan keberlanjutan, bukan sekadar respons sesaat. Tanpa komitmen kolektif, tumpukan sampah akan kembali menjadi persoalan rutin yang terus berulang di kota ini. (Red)







