LAMPUNG- TNI Angkatan Udara kembali menunjukkan kesiapsiagaan pertahanan dengan melaksanakan uji coba pendaratan pesawat tempur di ruas Tol Trans Sumatera, Kabupaten Mesuji, Lampung, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi besar pemanfaatan infrastruktur sipil sebagai landasan alternatif dalam kondisi darurat.
Uji coba tersebut merupakan hasil perencanaan panjang yang telah dimulai sejak setahun terakhir. Bersama Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pekerjaan Umum, TNI AU memetakan sejumlah ruas jalan tol yang memiliki spesifikasi teknis mendekati standar landasan pacu.
Salah satu titik yang dinilai layak berada di Kabupaten Mesuji dengan bentang lurus sekitar 3.000 meter. Panjang tersebut dianggap memenuhi kebutuhan minimal pendaratan dan lepas landas pesawat tempur dalam skenario tertentu.
Kepala Staf Angkatan Udara, Mohamad Tonny Harjono, menegaskan bahwa uji coba ini tidak semata-mata berfokus pada kemampuan operasional, tetapi juga mengedepankan faktor keselamatan penerbangan.
“Sejak satu tahun lalu kami melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pertahanan, Kementerian PU, serta para pemangku kepentingan lainnya. Dari berbagai rapat itu ditetapkan beberapa titik yang memenuhi syarat teknis, salah satunya di Mesuji,” ujarnya.
Menurut Tonny, setiap tahapan perencanaan memperhitungkan aspek teknis, prosedur keamanan, serta mitigasi risiko. Ia menyebut, penguatan sistem pertahanan tidak bisa dilepaskan dari kesiapan infrastruktur nasional yang adaptif terhadap berbagai kemungkinan situasi darurat.
Ke depan, TNI AU memproyeksikan agar setiap provinsi memiliki minimal satu titik alternatif pendaratan. Namun, realisasi rencana tersebut masih membutuhkan kajian mendalam, termasuk dukungan perangkat navigasi, sistem komunikasi, serta perlengkapan teknis lainnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pemanfaatan jalan tol sebagai landasan bersifat temporer dan hanya digunakan dalam kondisi tertentu. Fungsi utama tol sebagai sarana transportasi publik tetap menjadi prioritas utama.
“Ini sifatnya situasional. Tidak digunakan terus-menerus. Jalan tol tetap berfungsi sebagaimana mestinya, dan hanya akan dipakai ketika memang diperlukan,” tegasnya.
Dari sisi infrastruktur, Diana Kusumastuti selaku Wakil Menteri Pekerjaan Umum memastikan kesiapan sarana pendukung agar ruas tol memenuhi persyaratan teknis sebagai landasan darurat.
Ia menyebut kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci dalam penyelarasan spesifikasi teknis, mulai dari kualitas permukaan jalan, daya dukung struktur, hingga aspek keselamatan lingkungan sekitar.
“Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Semua persyaratan teknis kami siapkan bersama Kementerian Pertahanan dan TNI AU agar standar yang dibutuhkan dapat terpenuhi,” kata Diana.
Menurutnya, spesifikasi yang diterapkan di Tol Mesuji akan menjadi referensi bagi pengembangan titik serupa di wilayah lain. Standar tersebut nantinya disesuaikan dengan kebutuhan operasional pertahanan tanpa mengurangi fungsi utama jalan tol sebagai fasilitas publik.
Kementerian PU, lanjut Diana, siap melanjutkan koordinasi bersama Kementerian Pertahanan untuk menentukan arah kebijakan pengembangan landasan alternatif di berbagai daerah.
Dengan uji coba ini, pemerintah menegaskan komitmen memperkuat sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh komponen bangsa, termasuk integrasi pembangunan infrastruktur sipil demi menjaga stabilitas dan kedaulatan negara. (Red)







