BANDAR LAMPUNG – Program pengembangan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM yang digagas Pemkot Bandar Lampung telah dimanfaatkan 18 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, mengatakan terdapat 18 pelaku UMKM telah berhasil mencairkan pinjaman tanpa bunga yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) setempat.
Dinas Koperasi dan UKM telah mengajukan sekitar 240 pelaku UMKM untuk mengikuti program pinjaman tersebut. Namun hingga kini, hanya sebagian yang disetujui oleh pihak perbankan.
“Alhamdulillah yang sudah lolos dan bisa dicairkan sekitar 11 hingga 18 UMKM. Sisanya masih terkendala hasil pengecekan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK atau Klik OJK. Beberapa juga mengalami masalah terkait perubahan alamat,” ujar Riana, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, salah satu kendala utama dalam penyaluran pinjaman adalah syarat perbankan yang mewajibkan pemohon tidak memiliki pinjaman aktif di lembaga keuangan lain. Kondisi ini kerap menjadi hambatan bagi pelaku UMKM, meskipun usaha mereka dinilai sehat secara operasional.
“Banyak pelaku UMKM yang sebelumnya sudah memiliki pinjaman, baik KUR maupun pinjaman di bank lain. Padahal dari sisi usaha, mereka tidak bermasalah,” katanya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar. Besaran pinjaman yang diberikan disesuaikan dengan kapasitas usaha masing-masing UMKM, dengan plafon maksimal mencapai Rp50 juta per pelaku usaha.
Mekanisme pengajuan dilakukan melalui Dinas Koperasi dan UKM dengan melengkapi sejumlah persyaratan seperti KTP, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan NPWP. Setelah itu, dilakukan verifikasi lapangan untuk memastikan usaha benar-benar berjalan sebelum diajukan ke pihak bank.
Selain bantuan permodalan, Pemkot juga memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM, mulai dari pembinaan usaha, pembuatan NIB, sertifikasi halal, hingga pemasaran digital. Pendampingan ini dinilai penting karena masih banyak pelaku usaha yang belum sepenuhnya menguasai teknologi digital.
“Masih banyak pelaku UMKM yang belum paham teknologi digital. Kami bantu langsung, bahkan pembuatan NIB dan akun digital sering dilakukan di tempat,” jelas Riana.
Ia berharap program pinjaman tanpa bunga ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM untuk memperkuat permodalan, meningkatkan produksi, serta mendorong kenaikan pendapatan dan kesejahteraan.***







