SMSI, Bandar Lampung – Pasar Murah Ramadan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan bahwa subsidi pasar seambako murah dilakukan tiga tahap. Yakni pada awal Ramadan, pertengahan Ramadan, dan menjelang Idul Fitri.
Setiap tahap akan digelar di lokasi yang berbeda agar lebih mudah dijangkau masyarakat, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan.
“Tahap selanjutnya konsepnya sama, hanya lokasinya saja yang berbeda. Bisa di kelurahan atau titik yang lebih mudah dijangkau masyarakat,” jelasnya.
Erwin menjelaskan, untuk tahap pertama, masing-masing kecamatan mendapatkan alokasi subsidi, antara lain beras sebanyak 267 sak, gula pasir 250 kilogram, minyak goreng 250 paket, telur ayam 250 paket, serta tepung terigu 100 paket.
“Kegiatan ini kita laksanakan serentak di seluruh kecamatan. Kita bekerja sama dengan Bank Indonesia dan sejumlah retail. Tujuannya untuk membantu masyarakat menghadapi Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Erwin.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga subsidi. Di antaranya beras sekitar Rp15.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp4.000, minyak goreng Rp4.000, telur Rp5.000, serta tepung terigu Rp4.000 per kemasan.
“Selain itu, juga tersedia komoditas lain seperti cabai dan bawang yang merupakan hasil kerja sama dengan Bank Indonesia,” jelasnya.
Pemkot Bandar Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta untuk pelaksanaan subsidi pasar murah Ramadan yang dibagi dalam tiga tahap kegiatan tersebut.
Sementara itu, salah satu warga Kupang, Utari, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Ia mengatakan harga bahan pokok yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran.
“Di sini murah, minyak satu liter Rp5 ribu, telur juga Rp25 ribu per kilogram. Sangat membantu, apalagi bagi masyarakat yang kurang mampu karena harganya sudah disubsidi pemerintah,” ujarnya.
Utari berharap kegiatan pasar murah dapat terus dilaksanakan, terutama saat menjelang hari raya ketika harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan.
“Ya kita berharap akan terus berlanjut, apalagi mendekati Lebaran,” pungkasnya.***







