SMSI, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Kantor Kementerian Haji Kota Bandar Lampung memperkuat materi manasik haji, dengan menitikberatkan pada perlindungan jamaah perempuan dan lanjut usia (lansia).
Lansia yang dinilai sebagai kelompok paling rentan selama pelaksanaan ibadah haji, sehingga penguatan materi tersebut dilakukan melalui pembekalan pendampingan ibadah, manajemen kesehatan, serta edukasi mitigasi risiko.
Materi yang diberikan mencakup seluruh tahapan ibadah haji, mulai dari pemberangkatan menuju Tanah Suci, pelaksanaan rangkaian ibadah, hingga proses pemulangan ke Tanah Air.
Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa perlindungan terhadap jamaah perempuan dan lansia tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas haji.
Peran keluarga, ketua regu, dan ketua rombongan juga dinilai penting dalam memastikan pendampingan berjalan optimal selama jamaah berada di Arab Saudi.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, mengatakan bahwa pemerintah kota terus mendorong peningkatan standar pelayanan haji yang lebih ramah terhadap kelompok rentan.
“Pelayanan haji harus memastikan kemudahan akses terhadap layanan kesehatan, informasi, serta pendampingan yang memadai selama jamaah berada di Tanah Suci, khususnya bagi perempuan dan lansia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Bandar Lampung, Musal Badri Kesuma, menyampaikan bahwa setiap jamaah haji juga dibekali pemahaman terkait hak-hak jamaah, mekanisme pelaporan, serta prosedur pendampingan dalam kondisi darurat.
“Edukasi ini penting agar jamaah, terutama perempuan dan lansia, memahami langkah yang harus diambil jika menghadapi situasi darurat selama pelaksanaan ibadah haji,” pungkasnya.***







