SMSI, Bandar Lampung – Cuaca ekstrem kembali melanda Kota Bandar Lampung. Hujan deras yang disertai angin kencang mengguyur wilayah ini, memicu sejumlah bencana di berbagai titik.
Mulai dari genangan air di jalanan, pohon tumbang, hingga tanah longsor dilaporkan terjadi dan sempat mengganggu aktivitas warga.
Dampak cuaca ekstrem ini tersebar di beberapa kecamatan. Tim gabungan pun langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan cepat.
“Personel BPBD siap siaga 24 jam untuk mengantisipasi laporan warga terkait dampak cuaca ekstrem di wilayah Bandar Lampung,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar.
Ia menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama menjadi pemicu utama berbagai kejadian tersebut.
“Pohon tumbang terjadi di lima titik berbeda, kemudian ada genangan air di sejumlah ruas jalan, serta satu titik longsor di wilayah Teluk Betung Selatan,” jelasnya, Senin (23/2/2026).
Untuk menangani kondisi ini, satgas terpadu yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta instansi terkait lainnya langsung bergerak cepat.
Petugas melakukan evakuasi pohon tumbang, membersihkan material longsor, hingga mengatasi genangan air yang sempat menghambat aktivitas warga. Sebagian besar penanganan telah berhasil diselesaikan, meski beberapa titik masih dalam proses pengerjaan.
BPBD juga mengingatkan bahwa potensi cuaca buruk masih bisa terjadi hingga beberapa waktu ke depan. Karena itu, masyarakat diminta untuk lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.
“Warga diimbau untuk tidak berteduh di bawah pohon saat hujan deras disertai angin kencang, menjauhi baliho atau bangunan yang rawan roboh, serta memastikan saluran drainase di lingkungan rumah tetap bersih agar tidak terjadi genangan,” pungkasnya.***







