SMSI, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung tancap gas memperbaiki infrastruktur jalan di tahun 2026. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 200 ruas jalan bakal diperbaiki secara bertahap di seluruh penjuru kota.
Langkah ini bukan sekadar tambal sulam jalan rusak, tapi jadi strategi besar untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan, pembangunan jalan kali ini dirancang lebih serius dan berorientasi jangka panjang.
“Tidak hanya perbaikan biasa, delapan ruas jalan akan dibangun dengan konstruksi rigid beton agar lebih kuat dan tahan lama,” ujarnya.
Penggunaan rigid beton ini bukan tanpa alasan. Dengan material yang lebih kokoh, jalan diharapkan mampu bertahan dari beban kendaraan berat dan perubahan cuaca ekstrem, sehingga tidak cepat rusak dan lebih hemat biaya perawatan ke depan.
Menurut Eva, ruas jalan dengan lalu lintas padat dan tonase tinggi memang butuh penanganan khusus. Karena itu, pembangunan dilakukan dengan standar yang lebih kuat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Tak hanya jalan lingkungan dan penghubung, Pemkot Bandar Lampung juga memberi perhatian khusus pada jalan protokol. Jalur-jalur utama ini punya peran penting sebagai urat nadi aktivitas ekonomi, distribusi barang, hingga mobilitas masyarakat.
“Perbaikan jalan protokol ini penting karena menjadi akses utama aktivitas ekonomi dan pemerintahan. Kita ingin kenyamanan dan keselamatan masyarakat jadi prioritas,” tambahnya.
Dengan target besar ini, pemerintah optimistis pembangunan infrastruktur jalan di tahun 2026 akan membawa dampak nyata bagi warga.
“Pembangunan bukan sekadar membangun fisik, tapi menghadirkan kenyamanan dan harapan baru bagi masyarakat,” tegas Eva.
Program ini diharapkan tidak hanya membuat jalan lebih mulus, tapi juga membuka peluang ekonomi baru, mempercepat mobilitas, dan membuat aktivitas warga di Kota Bandar Lampung semakin lancar.***







