SMSI, Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali lahir dari bangku sekolah dasar di Kota Bandar Lampung. Dua siswi berhasil mengharumkan nama daerah setelah meraih medali pada ajang internasional Robot Design Olympiad (RDO) 2026 yang digelar di Universitas Bandar Lampung (UBL).
Mereka adalah Alya Putri Syakila, siswi SDN 1 Gulak Galik yang sukses meraih medali emas, serta Keyza Febra Faura dari SDN 1 Sukarame 2 yang membawa pulang medali perak. Keberhasilan keduanya menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk menorehkan prestasi di bidang sains dan teknologi.
Atas pencapaian tersebut, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menerima kedua siswi bersama orang tua, guru pendamping, dan rombongan di ruang kerjanya.
Dalam kesempatan itu, Eva Dwiana menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas perjuangan kedua pelajar yang mampu bersaing dalam kompetisi robotika bergengsi. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan di Bandar Lampung sekaligus menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki daerah ini.
“Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras para siswa, dukungan keluarga, serta pembinaan yang dilakukan sekolah. Kami sangat bangga karena mereka mampu menunjukkan bahwa pelajar Bandar Lampung bisa berprestasi di tingkat internasional,” kata Eva.
Baginya, keberhasilan Alya dan Keyza tidak hanya soal medali. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa pelajar Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di bidang teknologi dan inovasi jika mendapatkan ruang serta dukungan yang memadai.
Robot Design Olympiad sendiri merupakan kompetisi yang menguji kemampuan peserta dalam merancang konsep teknologi berbasis robotika. Selain kemampuan teknis, peserta juga dituntut memiliki kreativitas, daya pikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, dan inovasi dalam menjawab berbagai tantangan.
Keberhasilan dua siswi sekolah dasar ini menjadi cerita yang menginspirasi banyak kalangan, terutama pelajar. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Alya dan Keyza menunjukkan bahwa belajar tidak hanya terbatas pada buku pelajaran, tetapi juga dapat diwujudkan melalui karya dan inovasi.
Perjalanan keduanya menuju podium juara menjadi pesan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari ruang kelas sederhana. Dengan semangat belajar, keberanian mencoba hal baru, dan ketekunan dalam berlatih, pelajar mampu menembus batas serta membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Wali Kota Eva Dwiana berharap capaian tersebut dapat memantik semangat pelajar lain di Bandar Lampung untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak ragu menekuni bidang yang diminati.
“Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan kemampuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu mengharumkan nama sekolah, daerah, dan Indonesia,” ujar bunda Eva – sapaanya itu. (***)







