SMSI, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai menempatkan kawasan pesisir sebagai salah satu titik penting pengembangan kota. Kawasan yang selama ini identik dengan permukiman dan aktivitas masyarakat pesisir itu didorong menjadi bagian dari wajah baru Bandar Lampung melalui konsep waterfront city.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meminta kalangan insinyur dan tenaga ahli tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut menyumbangkan gagasan untuk merancang masa depan kawasan pesisir.
Ajakan itu disampaikan Eva saat menghadiri seminar “Wujudkan Waterfront City untuk Lampung Maju” .
Menurut Eva, Bandar Lampung memiliki empat kecamatan yang berada di kawasan pesisir. Potensi tersebut dinilai perlu ditata secara lebih serius agar kawasan pesisir tidak hanya berfungsi sebagai wilayah permukiman, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, sosial, dan pariwisata.
“Kita punya empat kecamatan yang ada di pesisir. Harapan kita, dengan adanya insinyur-insinyur hebat yang hadir pada saat ini, ayo kita sama-sama bantu Bandar Lampung untuk kemajuan Provinsi Lampung,” kata Eva.
Salah satu pekerjaan rumah yang disebut Eva adalah pemanfaatan lahan sekitar 1,5 hektare yang hingga kini belum dimaksimalkan. Ia membuka ruang bagi para ahli untuk merumuskan konsep yang tepat bagi kawasan tersebut.
“Ada sekitar satu setengah hektare belum digunakan. Mudah-mudahan insinyur yang ada di sini bisa memberikan masukan, bisa disulap menjadi seperti apa waterfront city yang ada di Bandar Lampung,” ujarnya.
Penataan pesisir, kata Eva, tidak hanya menyangkut pembangunan kawasan baru. Pemerintah kota juga tengah membenahi kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih, jalan, drainase, dan infrastruktur pendukung lainnya.
“Kami sekarang ini juga sedang menata daerah pesisir pantai, pesisir laut yang ada di Bandar Lampung, mulai dari air bersih, jalan, drainase dan pembangunannya,” jelasnya.
Konsep waterfront city tersebut juga diarahkan agar terhubung dengan potensi ekonomi lokal. Eva menyebut perkembangan UMKM dan industri perhotelan dapat menjadi bagian dari ekosistem kawasan pesisir yang lebih hidup.
Ia menilai UMKM Bandar Lampung memiliki potensi besar untuk dikembangkan, sementara pertumbuhan hotel menunjukkan aktivitas ekonomi dan pariwisata di kota tersebut terus bergerak.
Seminar tersebut turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, perwakilan Pemkab Lampung Selatan dan Pesawaran, akademisi, serta pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) kabupaten/kota.
Eva menegaskan Pemkot Bandar Lampung terbuka memperkuat kolaborasi dengan Pemprov Lampung, termasuk melalui pembangunan maupun penyelenggaraan kegiatan yang dapat menggerakkan ekonomi daerah. ***







