SMSI, Bandar Lampung – Pemkot Bandar Lampung mulai memperketat pengawasan terhadap pohon-pohon tua dan lapuk yang berpotensi tumbang. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang dapat memicu pohon tumbang dan membahayakan warga.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemangkasan pohon dilakukan secara berkala, terutama terhadap pohon yang berada di jalur protokol dan kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
Plt Kepala DLH Kota Bandar Lampung Budi Ardiyanto mengatakan langkah tersebut merupakan upaya preventif untuk menekan risiko pohon tumbang yang dapat mengganggu lalu lintas hingga mengancam keselamatan warga.
“Kami rutin melakukan pemangkasan pohon. Sampai hari ini pun petugas kami masih bergerak di lapangan, salah satunya di kawasan Jalan Teuku Umar,” kata Budi, Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurutnya, petugas tidak memangkas seluruh pohon secara sembarangan. Penanganan diprioritaskan pada vegetasi yang dinilai memiliki risiko, seperti pohon berusia tua, lapuk, atau memiliki dahan yang rawan patah.
Langkah tersebut menjadi penting karena pohon tumbang tidak hanya dapat menutup badan jalan dan menyebabkan kemacetan, tetapi juga berpotensi menimpa kendaraan, bangunan maupun warga.
Budi mengatakan keberadaan pohon tetap memiliki fungsi penting bagi kota, baik untuk menjaga kualitas lingkungan maupun memperindah kawasan perkotaan. Namun, ketika kondisi pohon sudah membahayakan, faktor keselamatan menjadi prioritas.
“Kalau kondisi pohon sudah rawan dan berpotensi membahayakan, keselamatan masyarakat tetap menjadi yang utama,” ujarnya.
DLH, sambung dia, juga melakukan penyisiran secara rutin untuk menemukan pohon yang membutuhkan penanganan. Namun, pengawasan tersebut tidak hanya mengandalkan petugas di lapangan.
Masyarakat dilibatkan untuk mendeteksi lebih cepat pohon yang berpotensi tumbang.
Budi mengatakan setiap laporan warga terkait pohon rawan akan ditindaklanjuti petugas untuk dilakukan pengecekan dan penanganan.
“Jika ada informasi dari masyarakat terkait keberadaan pohon rawan tumbang, langsung kami respons. Kami aktif melayani permintaan warga demi keamanan bersama,” katanya.
Menurut dia, partisipasi warga penting karena kondisi pohon di lingkungan permukiman dan fasilitas umum tidak seluruhnya dapat terpantau petugas setiap saat.
“Kami meminta warga segera melaporkan apabila menemukan pohon dengan kondisi lapuk, batang keropos, dahan besar yang mulai patah, atau pohon yang terlihat rawan tumbang,” kata dia. ***







