SMSI, Bandar Lampung – Di tengah tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks, Pemerintah Kota Bandar Lampung menilai keterlibatan organisasi masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat pembangunan.
Semangat itu mengemuka saat Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana melantik jajaran pengurus Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Kota Bandar Lampung.
Dalam sambutannya, Eva mengatakan pembangunan kota tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Menurut dia, partisipasi berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan alumni perguruan tinggi, menjadi faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan daerah.
“Kita harus terus membangun kolaborasi. Semua organisasi di Kota Bandar Lampung memiliki tanggung jawab yang sama untuk bersama-sama membangun kota ini agar menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurut dia, sinergi tersebut perlu diwujudkan dalam berbagai sektor, mulai dari kehidupan keagamaan, sosial kemasyarakatan, kebudayaan, hingga mendukung program-program pembangunan pemerintah.
Ia juga berharap dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk anggota DPR RI Daerah Pemilihan Lampung, Edy Irawan Arief, dalam memperkuat pembangunan di ibu kota Provinsi Lampung. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, legislatif, dan pemerintah pusat menjadi bagian penting untuk mempercepat realisasi berbagai program strategis.
Di sisi lain, ia menyoroti persoalan banjir yang masih menjadi pekerjaan rumah Kota Bandar Lampung. Pemerintah kota, kata dia, saat ini terus melakukan normalisasi sungai dan saluran drainase sebagai langkah mengurangi potensi genangan di sejumlah wilayah.
“Penanganan banjir membutuhkan pendekatan lintas daerah. Secara geografis, Bandar Lampung menerima limpasan air dari wilayah hulu di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan ketika curah hujan tinggi,” tutur dia.
Karena itu, Pemkot Bandar Lampung telah membangun komunikasi dengan pemerintah daerah di kedua kabupaten tersebut untuk menyiapkan langkah jangka panjang berupa pembangunan embung sebagai pengendali debit air.
“Kami memohon doa dan dukungan semua pihak agar pembangunan sungai maupun rencana pembangunan embung dapat berjalan sesuai harapan. Mudah-mudahan kerja sama dengan pemerintah pusat serta pemerintah daerah sekitar dapat mempercepat upaya pengendalian banjir,” kata Eva.
Apabila rencana pembangunan embung di wilayah Pesawaran dan Lampung Selatan dapat direalisasikan pada periode 2026–2027, ujar dia, dampaknya diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi di Bandar Lampung. (***)







