SMSI, Bandar Lampung – Sumur warga mengering. Sebanyak 761 jiwa di tiga titik wilayah Kecamatan Sukabumi dan Panjang, Bandar Lampung, kini membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung turun tangan dengan mendistribusikan bantuan air bersih.
Total bantuan menyasar 183 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan sumur.
Distribusi pertama dilakukan di Jalan Raya Suban, Kampung Batu Suluh, RT 18 LK II, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi. Sebanyak 61 KK atau 201 jiwa menerima bantuan air bersih.
BPBD kemudian bergerak ke Jalan Raya Suban, RT 10 LK I, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang. Di lokasi ini, 70 KK atau sekitar 300 jiwa terdampak kondisi sumur yang mengering.
Penyaluran terakhir dilakukan di Kampung Batu Suluh, RT 17 LK II, Kelurahan Way Laga. Sebanyak 52 KK atau 260 jiwa mengalami persoalan serupa.
Dalam distribusi di Kelurahan Pidada, BPBD mendapat dukungan dari aparatur kelurahan dan Linmas untuk membantu penyaluran kepada warga.
Kepala BPBD Kota Bandar Lampung Idham Basyar Syahputra mengatakan kekeringan sumur mulai mengganggu pemenuhan kebutuhan air warga.“Kekeringan sumur membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari,” kata Idham.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD sehingga distribusi air bersih dilakukan ke wilayah yang membutuhkan.
BPBD memastikan penyaluran tidak berhenti pada tiga titik tersebut. Bantuan air bersih akan terus diberikan selama warga masih terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air.
“BPBD terus melakukan pendistribusian air bersih untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan,” ujar Idham. ***







