SMSI, Bandar Lampung – Sebanyak 2.185 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung akan diterjunkan ke Kota Bandar Lampung dalam program KKN Transformatif 2026 yang difokuskan pada penanganan isu strategis daerah, mulai dari ketahanan pesisir, penguatan ekowisata perkotaan, ekonomi hijau, pemberdayaan masyarakat, hingga pengentasan kemiskinan.
Kepastian itu disampaikan Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. H. Wan Jamaluddin saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana di Ruang Rapat Wali Kota.
Rektor menjelaskan, ribuan mahasiswa tersebut akan didampingi 116 dosen pembimbing lapangan dan ditempatkan di delapan kecamatan, 48 kelurahan, serta 116 lingkungan di Kota Bandar Lampung.
“Kami yakin fokus program KKN Transformatif 2026 ini bukan hanya bermanfaat bagi mahasiswa dan kampus, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Bandar Lampung,” ujar Wan Jamaluddin.
Menurutnya, tema KKN tahun ini dirancang berbeda dari pelaksanaan sebelumnya dengan pendekatan yang lebih aplikatif terhadap persoalan riil masyarakat, khususnya di kawasan pesisir yang menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Bandar Lampung.
Selain membahas KKN, Rektor juga menyampaikan perkembangan terbaru UIN Raden Intan Lampung yang baru memperoleh izin penyelenggaraan Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI) pada Fakultas Syariah dan Program Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Pascasarjana.
Ia menyebut kehadiran Program S3 PAI menjadi kabar penting bagi guru dan alumni di Lampung karena selama ini banyak yang harus melanjutkan studi doktoral ke luar daerah.
Sementara itu, Wali Kota Eva Dwiana menyambut baik keterlibatan mahasiswa UIN dalam mendukung program pembangunan daerah. Pemkot, kata dia, saat ini tengah melakukan penataan kawasan pesisir, termasuk perbaikan permukiman dan penataan kawasan Gudang Lelang agar lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.
Bunda Eva – sapaannya itu, juga berharap mahasiswa KKN dapat membantu program lingkungan melalui pendistribusian polybag, penanaman bibit alpukat di rumah warga, serta pembangunan biopori di kawasan pesisir untuk meningkatkan daya serap air dan mengurangi potensi genangan maupun rob.
“Setiap rumah nantinya diupayakan memiliki beberapa titik biopori agar penyerapan air lebih baik. Kalau kawasan pesisir aman, insyaallah dampaknya juga baik bagi masyarakat,” kata Eva.
Dalam pertemuan itu, Pemkot Bandar Lampung juga menyatakan komitmennya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan mendorong ASN melanjutkan studi pascasarjana di UIN Raden Intan Lampung serta memperluas akses pendidikan bagi lulusan SMA dari keluarga kurang mampu melalui bantuan pendidikan daerah. ***







