SMSI, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung menunjukkan komitmennya dalam melindungi dan melayani masyarakat di tengah musim kemarau yang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih.
Baru memasuki 10 hari musim kemarau, Pemkot melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lapangan menyalurkan 200 ribu liter air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan air.
Langkah cepat tersebut menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama bagi warga di wilayah yang mulai terdampak kekeringan. Distribusi air bersih saat ini diprioritaskan ke Kecamatan Panjang dan Sukabumi yang mengalami penurunan pasokan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
“Kita BPBD Kota Bandar Lampung sudah menyalurkan 200 ribu liter air bersih di dua kecamatan. Karena belakangan ini cuaca sudah mengalami kekeringan, khususnya di wilayah kita dan pelayanan difokuskan di Kecamatan Panjang dan Kecamatan Sukabumi,” ujar Idham.
Menurutnya, penyaluran air bersih telah dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Way Laga dan Punduh Pidada. Bantuan tersebut akan terus digulirkan setiap hari selama kondisi kekeringan masih terjadi.
Untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat, BPBD mengoperasikan dua unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Armada tersebut bergerak sejak pagi hingga sore hari dengan menyasar wilayah-wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Warga cukup berkoordinasi melalui RT, RW, lurah, maupun aparat kelurahan setempat agar kebutuhan air bersih dapat segera ditindaklanjuti oleh BPBD.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk mengajukan kebutuhan air melalui pamong setempat seperti ketua RT, RW, Lurah atau aparat kelurahan setempat. Nanti pamong yang akan menghubungi BPBD, dan permohonan dapat segera ditindaklanjuti,” kata Idham.
Tak hanya menyalurkan air bersih, BPBD juga menyiagakan personel selama 24 jam untuk menerima laporan masyarakat. Langkah ini dilakukan agar setiap keluhan warga terkait kekurangan air dapat ditangani dengan cepat.
Idham mengimbau warga menyiapkan tempat penampungan seperti drum atau toren sebelum mobil tangki tiba di lokasi agar proses distribusi berjalan lebih efektif. Ia juga mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung.
Respons cepat Pemkot Bandar Lampung ini mendapat perhatian warga karena dilakukan sejak awal musim kemarau. Pemerintah berupaya memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses air bersih, sekaligus memperkuat pelayanan publik di tengah ancaman kekeringan yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. (***)







