SMSI, Bandar Lampung — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung mengurai kemacetan di jalan protokol, dengan menutup beberapa putaran balik atau U-turn pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Sejumlah titik yang masuk dalam rencana penataan ini berada di jalur-jalur padat aktivitas warga, seperti Jalan ZA Pagar Alam (depan Pasar Koga), Jalan Urip Sumoharjo (depan RS Urip), serta kawasan Antasari dan Teuku Umar.
Kepala Bidang Lalu Lintas Iskandar, mengatakan pihaknya telah memetakan titik-titik yang selama ini menjadi simpul kemacetan paling parah.
“Yang paling krodit itu di depan Pasar Koga (ZA Pagar Alam), kemudian di depan RS Urip, dan di kawasan Teuku Umar. Kalau jam sibuk, langsung padat,” ujar Iskandar, Kamis (13/2/2026).
Menurutnya, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan keberadaan U-turn di titik-titik tersebut justru menghambat arus lalu lintas di koridor utama.
Karena itu, sambungnya, Dishub berencana melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sebagian U-turn sebagai solusi jangka pendek.
“Kita sudah evaluasi, nanti ada yang ditutup. Ini termasuk di kawasan Antasari. Petugas juga sudah turun pagi dan sore, tapi memang perlu rekayasa fisik,” tambahnya.
Iskandar menegaskan, kebijakan ini tidak membutuhkan anggaran besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pasalnya, penanganan dilakukan dengan sistem penutupan median jalan dan pengaturan ulang arus lalu lintas, bukan pembangunan infrastruktur besar.
“Kalau soal anggaran tidak terlalu besar, karena hanya penutupan atau pengaturan saja. Semakin cepat dilakukan semakin baik, karena kemacetan ini sudah merugikan banyak pihak,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan, untuk Jalan Sultan Agung saat ini masih dalam kondisi relatif terkendali sehingga tidak menjadi prioritas penutupan U-turn. Fokus utama Dishub saat ini diarahkan pada ruas Teuku Umar, ZA Pagar Alam, dan Antasari yang tingkat kepadatannya paling tinggi.***







