SMSI, BANDAR LAMPUNG- Ancaman banjir rob membayangi sejumlah kawasan pesisir Bandar Lampung pada 12–15 Oktober 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat meningkatkan patroli dan menyiagakan puluhan personel untuk mengantisipasi kenaikan muka air laut saat pasang maksimum.
Kewaspadaan ini menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi banjir pesisir yang dipengaruhi fase Bulan Baru pada 10 Oktober 2026. Pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 19.00–23.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung Idham Basyar mengatakan, pemantauan difokuskan pada empat kecamatan pesisir, yakni Panjang, Bumi Waras, Teluk Betung Timur, dan Teluk Betung Selatan.
“Untuk sementara, berdasarkan hasil pemantauan selama enam hari, kondisi di lapangan masih aman,” ujar Idham, Senin, 12 Oktober 2026.
Meski belum ditemukan kondisi yang mengkhawatirkan, BPBD tetap mengintensifkan patroli untuk mengantisipasi kemungkinan air laut masuk ke permukiman warga.
Sebanyak 20 hingga 25 personel dikerahkan setiap malam secara bergiliran. Pemantauan diprioritaskan pada kawasan yang dinilai rawan terdampak banjir rob dan direncanakan berlangsung hingga 19 Oktober 2026.
Sejumlah titik menjadi perhatian, antara lain Serengsem di Kecamatan Panjang, kawasan Puskesmas Sukaraja di Kecamatan Bumi Waras, serta Pesawahan di Kecamatan Teluk Betung Selatan.
Di Kecamatan Teluk Betung Timur, petugas memantau kawasan Kota Karang, termasuk Pulau Pasaran, serta sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lempasing.
Idham mengatakan, potensi air laut memasuki permukiman belum dapat dipastikan karena bergantung pada kondisi alam dan ketinggian air saat pasang maksimum.
Untuk mengantisipasi kemungkinan dampak, BPBD juga menyiapkan perahu karet, pompa air atau alkon, serta peralatan pendukung penanganan bencana lainnya.
BMKG turut mengingatkan potensi gelombang tinggi di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, termasuk perikanan, bongkar muat pelabuhan, dan transportasi laut. (***)









