SMSI, BANDAR LAMPUNG – Perempuan yang berjualan risol di tengah keramaian Car Free Day (CFD) itu mendapati seluruh dagangannya ludes. Bukan karena antrean panjang pembeli, melainkan setelah diborong Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.
Bagi Lia, dagangan yang habis bukan sekadar kabar baik soal pendapatan. Ada rasa haru ketika usaha kecilnya mendapat perhatian di tengah keramaian CFD.
“Perasaannya ya senang aja, karena langsung habis. Terharu juga,” ujar Lia.Kalimat singkat itu menggambarkan kebahagiaan seorang pedagang kecil yang menghabiskan waktu dan tenaga untuk menyiapkan dagangan, lalu melihat seluruhnya terjual dalam waktu singkat.
Lia kemudian menyampaikan terima kasih kepada Eva Dwiana. Bagi dia, perhatian tersebut menjadi penyemangat untuk terus berjualan.Cerita Lia hanyalah satu dari banyak kisah yang muncul pada Minggu pagi di Tugu Adipura.
Sejak pagi, kawasan tersebut berubah menjadi ruang publik yang ramai. Warga datang dengan keluarga, berolahraga, mengikuti senam, menikmati suasana kota, hingga berburu makanan dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di antara kerumunan warga itu, Eva Dwiana hadir dan berbaur langsung. Wali kota yang akrab disapa Bunda Eva tersebut mengikuti kegiatan senam dan menyapa masyarakat.
Kehadirannya pun mendapat sambutan antusias. Beberapa warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajak Eva berswafoto.Namun, perhatian Eva tidak hanya tertuju pada aktivitas olahraga.
Ia berkeliling menemui para pelaku UMKM yang memanfaatkan CFD sebagai ruang berjualan. Sejumlah dagangan warga dibelinya, termasuk risol milik Lia yang akhirnya habis diborong.Bagi pelaku usaha kecil, momen seperti itu memiliki arti lebih dari sekadar transaksi.
Setiap dagangan yang terjual berarti tambahan penghasilan. Setiap pembeli yang datang memberi alasan untuk kembali membuka lapak pada akhir pekan berikutnya. (***)







