SMSI, BANDAR LAMPUNG -Tim Satgas Pangan Kota Bandar Lampung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap peredaran beras fortifikasi di sejumlah ritel modern.
Pengawasan tersebut dilakukan menyusul adanya 25 merek beras fortifikasi yang sebelumnya disinyalir bermasalah.Tim gabungan yang melibatkan instansi terkait, Polresta Bandar Lampung dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung menyambangi sejumlah lokasi, di antaranya Gelael, Chandra Supermarket Hayam Wuruk dan Indogrosir Tirtayasa.
Selain mengecek legalitas dan peredaran produk, tim juga menyoroti harga jual sejumlah komoditas pangan di tingkat ritel.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan terkait 25 merek beras fortifikasi dari total 27 merek yang diperiksa pemerintah.
Beras fortifikasi merupakan beras yang melalui proses penambahan zat gizi tertentu. Produk tersebut ditujukan antara lain untuk kelompok rentan, seperti ibu menyusui, balita, serta anak yang mengalami stunting.
Karena memiliki fungsi strategis dalam pemenuhan gizi masyarakat, pemerintah memberikan subsidi terhadap beras fortifikasi. Temuan ketidaksesuaian kandungan pada sejumlah produk tersebut kemudian menjadi perhatian pemerintah untuk dilakukan pengawasan dan penertiban peredarannya.







